in

Pakai Cara Ini, Biaya Haji Tak Perlu Naik Selangit!

Pakai Cara Ini, Biaya Haji Tak Perlu Naik Selangit!

Jakarta – Ekonom senior Anggito Abimanyu menilai pemerintah harus mengambil langkah untuk mengantisipasi ongkos haji yang dimaksud naik terus tiap tahun. Dia berpendapat salah satu solusi untuk menekan biaya haji adalah dengan membeli atau mendirikan hotel lalu akomodasi lainnya di dalam Arab Saudi.

“Harusnya pemerintah dapat merancang hotel kemudian akomodasi di dalam Arab Saudi,” kata dia, Awal Minggu (27/11/2023).

Anggito berpendapat dengan miliki hotel sebagai tempat tinggal jamaah, maka ongkos haji mampu lebih tinggi murah. Sebagaimana diketahui biaya akomodasi menjadi salah satu komponen yang paling sejumlah menyedot biaya pada penyelenggaraan ibadah Haji.

Untuk tahun 2023 misalnya, dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang tersebut sebesar Rupiah 90,05 juta, ongkos yang dikeluarkan untuk menyewa akomodasi di dalam Mekah juga Madinah sebanyak Mata Uang Rupiah 23 juta. Jumlah yang disebutkan meningkat pada musim haji 2024. Dalam langkah panitia kerja BPIH, pemerintah serta DPR memperkirakan biaya anggaran untuk akomodasi sebesar Rupiah 23,8 juta.

Anggito berpendapat kenaikan biaya haji dari tahun ke tahun ini harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dia mengungkapkan kenaikan biaya haji ini tiada sanggup terus menerus ditutupi dengan pemberian Angka Manfaat dengan persentase yang mana besar.

Nilai Manfaat sendiri berasal dari uang setoran awal para jamaah yang mana dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Sebagian uang yang tersebut dikelola yang disebutkan kemudian dianggarkan untuk membayar sebagian ongkos haji para jamaah.

Untuk musim haji 2023 misalnya, dari total BPIH Rupiah 90,05 jt sebanyak Mata Uang Rupiah 49,81 jt (55,3%) ditanggung oleh jamaah, sementara sebanyak Mata Uang Rupiah 40,24 jt (44,7%) ditanggung oleh Angka Manfaat. Untuk musim haji 2024, Komisi VIII DPR mengusulkan persentase yang dimaksud berubah menjadi 60% ditanggung jamaah (Bipih) juga 40% ditanggung Kuantitas Manfaat.

Anggito berpendapat apabila persentase Skor Manfaat yang mana kelewat besar itu terus menerus dipertahankan, maka dana kelolaan BPKH sanggup terus tergerus. Dia menyatakan idealnya Kuantitas Manfaat ini akan terus dikurangi, sehingga nantinya 100% ongkos haji akan ditanggung jamaah. Meski demikian, jamaah akan tetap saja mendapatkan Skor Manfaat terdiri dari setoran awal mereka itu yang telah lama diinvestasikan.

“Harus ada inovasi untuk 2026 ke depannya, perubahannya harus full cost ditanggung jamaah,” ujar dia.

Pengamat Haji dan juga Umrah, Ade Marfuddin setuju bahwa Skor Manfaat tidak ada sanggup diandalkan terus menerus untuk menutupi mahalnya biaya haji. Dia menyatakan pemerintah bisa jadi melakukan sebagian upaya untuk menekan ongkos haji yang dimaksud terus naik. Menurut dia, pemerintah juga DPR bisa saja lebih tinggi gencar untuk bernegosiasi terkait komponen-komponen paling mahal dari BPIH, seperti ongkos penerbangan. “Kita dapat berupaya agar nilai ini bisa jadi dipangkas lagi,” kata dia.

Selain itu, Ade berpendapat pemerintah seharusnya bisa saja lebih besar gencar bernegosiasi dengan Arab Saudi tentang komponen-komponen lain terkait haji. Menurut dia, Indonesia pasti punya daya tawar tinggi sebab memiliki jumlah agregat jamaah yang tersebut sangat besar. “Jumlah jamaah kita kan bukanlah hanya sekali 1 kloter, jumlahnya besar hampir 221 ribu orang. Kenapa kita tiada dapat bargaining position? Dari penerbangan belaka sanggup kalau kita mau,” kata dia.

Artikel Selanjutnya Ongkos Haji 2024 Naik, Jemaah Dapat Apa?

Sumber : CNBC

Written by admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Simulasi Biaya Haji Rp93,4 Juta, Jemaah Bayar 70% atau 60%?

Simulasi Biaya Haji Rp93,4 Juta, Jemaah Bayar 70% atau 60%?

Rapat Kemenag kemudian DPR Soal Biaya Haji Molor Hampir 2 Jam

Rapat Kemenag kemudian DPR Soal Biaya Haji Molor Hampir 2 Jam